PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PADA PROSES ASSEMBLING PRIMING SET MELALUI PERBAIKAN STASIUN KERJA MENGGUNAKAN METODE TIME STUDY

Hady Sofyan, Multi Nadeak, Teguh Budi Prasetyo

Sari


Keseimbangan lintasan sangat penting dalam suatu proses produksi, karena dengan keseimbangan lintasan yang baik dapat meminimalkan waste sehingga meningkatkan produktivitas. Upaya meminimisasi waste dengan cara merampingkan proses produksi yaitu mereduksi input yang tidak bernilai tambah dan mengoptimalkan waktu siklus produksi akan meningkatkan kinerja proses manufaktur, sehingga membuat perusahaan manufaktur akan dapat bersaing secara berkelanjutan. Metode yang digunakan untuk mereduksi sesuatu yang tidak bernilai tambah tersebut salah satu nya adalah metode pengukuran waktu kerja secara langsung dengan menggunakan waktu stopwatch untuk mengetahui bagian manakah yang sering mengalami penumpukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui waktu baku pada stasiun kerja menggunakan metode time study sebelum perbaikan, untuk mengetahui waktu baku setelah melakukan perbaikan untuk mencapai output yang maksimal. Hasil analisis sebelum melakukan perbaikan dan perhitungan, maka waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan pembuatan priming set adalah 306,66 detik yang di bagi dalam 6 stasiun kerja dan waktu baku pada masing-masing stasiun kerja dengan menggunakan metode time study setelah dilakukan perbaikan yaitu upper assy. 47,20 detik, clamp assy. 44,82 detik, kucing cap assy. adalah 45,65 detik, lower assy adalah 44,93 detik, priming assy. 48,26 detik, dan coiling 49,44 detik. Dengan melakukan perbaikan waktu kerja secara berkelanjutan mutlak dilakukan oleh perusahaan. Perbaikan yang paling diharapkan adalah perbaikan waktu kerja, akan terasa dampaknya secara langsung.
Kata kunci: Time Study, Assembly Line Balancing, Perusahaan Manufaktur, Peningkatan Produktivitas.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Mishan, N. N., & Tap, M. M. (2015). Increasing Line Efficiency By Using Timestudy and Line Balancing in A Food Manufacturing Company. Jurnal Mekanikal, 38, 32043

Shahidul, M. I., & Shazali,S. (2011). Dynamics of manufacturing productivity: lesson learnt from labor intensive industries. Journal of Manufacturing Technology Management, 22(5), 664-678.

Kulkarni, P. P., Kshire, S. S., & Chandratre, K. V. (2014). Productivity improvement through lean deployment & work study methods. International Journal of Research in Engineering and Technology, 3(2), 429-434

Chueprasert, M., & Ongkunaruk, P. (2015). Productivity improvement based line balancing: a case study of pasteurized milk manufacturer. International Food Research Journal, 22(6).

Das, B., Sanchez-Rivas, J. M., Garcia-Diaz, A., & MacDonald, C. A. (2010). A computer simulation approach to evaluating assembly line balancing with variable operation times. Journal of Manufacturing Technology Management, 21(7), 872-887.

Ongkunaruk, P., & Wongsatit, W. (2014). An ECRS-based line balancing concept: a case study of a frozen chicken producer. Business Process Management Journal, 20(5), 678-692.

Kusuma, H. (2004). Manajemen Produksi ; Perencanaan dan Pengendalian Produksi. ANDI. Yogyakarta

Sutalaksana, Iftikar Z. (1979). Teknik Tata Cara Kerja. Bandung: Jurusan Teknik Industri Institut Teknologi Bandung.

Muhamad, M. R., Mahmood, W. H. W., & Malaysia, K. U. T. K. (2005). Productivity improvement through motion and time study. Kolej Universiti Teknikal Kebangsaan Malaysia.

Jono. (2015). Pengukuran Beban Kerja Tenaga Kerja Dengan Metode Work Sampling. Spektrum Industri 2015 ISSN 1963-6590 Vol 13, No 02, Hal 115-228. Universitas Widya Mataram Yogyakarta.

Sutalaksana, I.Z. Anggawisatra, R. dan Tjakraatmadja, J.H. (2006). Teknik Perancangan Sistem Kerja. Edisi Kedua. Penerbit ITB Bandung.

Thoriq, A., Sugandi, W. K., Sampurno, R. M., & Aji, R. P. (2017). Studi Siklus Waktu Proses Muat Angkut Tebu Secara Mekanis di PG. Jatitujuh, Majalengka, Jawa Barat. Jurnal Teknotan, 11(1).


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.