ANALISIS DAN DESAIN SISTEM PRODUKSI IRISAN WORTEL BEKU MENGGUNAKAN COATING MINYAK NABATI

Priska Wisudawaty, Riri Mardaweni

Sari


Produksi irisan wortel beku dengan menggunakan coating minyak nabati adalah salah satu metode yang digunakan untuk menjaga kualitas dan memperpanjang umur simpan sayuran wortel. Selain penggunaan coating minyak nabati, penggunaan kondisi pengemasan (vakum atau non-vakum) dapat menjadi dukungan dalam menjaga kualitas produk irisan wortel beku. Oleh karena itu, paper ini bertujuan untuk menganalisis sistem proses produksi irisan wortel beku dengan menggunakan coating minyak nabati, mengetahui kecepatan pembekuan irisan wortel beku terhadap suhu dan perubahan mutu selama penyimpanan. Serta mendesain sistem proses produksi irisan wortel beku dengan menggunakan coating minyak nabati dan perubahan mutu selama penyimpanan. Tahapan penelitian ini yaitu dimulai dengan mengidentifikasi proses produksi irisan wortel. Kemudian menganalisis proses produksi irisan wortel beku yang telah di coating dengan menggunakan minyak nabati. Selain coating minyak nabati, kami menganalisis kondisi pengemasan irisan wortel yang telah di coating minyak. Pemilihan alternatif proses produksi irisan wortel beku menggunakan metode analisis faktor. Hasil analisis menunjukkan bahwa metode pembekuan terbaik yaitu dengan menggunakan pembekuan freezer (18oC). Kondisi kemasan yang dipilih adalah kemasan dengan kondisi vakum dan pelapis alternatif adalah pelapis yang dipilih menggunakan minyak sawit.
Kata Kunci: Business Process Modeling and Notation (BPMN), Edible coating, minyak, wortel beku

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Dobreva DA, Merdzhanova A, Stancheva M. 2013. Effect of frozen storage on fat soluble vitamins content in fish fillets. Scripta Scientifica Medica. 45(3): 23-26.

Pranoto Y, Salokhe VM, Rakshit SK. 2005. Physical and antibacterial properties of alginate-based edible film incorporated with garlic oil. J. Food Res. Intl. 38: 267−272.doi: 10.1016/j.foodres.2004.04.009.

Rojas-Grau MA, Soliva-Fortuny R, Martin-Belloso O. 2009. Edible coating as corrier to active ingredients for fresh cut fruit. In The World of Food Science. [Internet] [diunduh 2014 Des 3]. Tersedia pada: www.worldfoodscience. org/cms/?pid=1005154

Weske, M., 2007. Business Process Management Concepts Languages, Architectures. New York: Springer.

Yunitarini R, Hastarita F. 2016. Pemodelan proses bisnis akademik teknik informatika Universitas Trunojoyo dengan Business Process Modelling Notation (BPMN). Jurnal SimanteC. Vol 5(2).

Sari SK, Asniar. 2015. Analisis dan pemodelan proses bisnis prosedur pelaksanaan proyek akhir sebagai alat bantu identifikasi kebutuhan sistem. Jurnal Infotel . Vol 7 (2).

Noviansyah, Rian, 2011, Pemanas Induksi (Induction Heating) Kapasitas 200 Watt.

Wisudawaty, P. 2012. Aplikasi Minyak Nabati pada Irisan Wortel (Daucus carrota) Beku dan Perubahan Mutu Selama Penyimpanan [Skripsi] Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Amiarsi D, Mulyawanti I. 2013. Pengaruh metode pembekuan terhadap karakteristik irisan buah mangga beku selama penyimpanan. J Hort. 23(3):255-262.

Bengtson R. 2006. The effect of novel frying methods on quality of breaded fried foods. [Tesis]. Blacksburg: Universitas Virginia.

[SNI] Standar Nasional Indonesia 2346-2011. Cara uji mikrobiologi-bagian 9: Petunjuk pengujian organoleptik dan atau sensori pada produk pangan. Jakarta (ID): Badan Standarisasi Nasional.

Asgar A, Rahayu ST. 2014. Pengaruh suhu penyimpanan dan waktu pengkondisian untuk mempertahankan kualitas kentang kultivar margahayu. Jurnal Balai Penelitian Tanaman Sayuran. Bandung.

Kusumiyati, Nurjanah R, Sutari W. 2017. Pengaruh suhu dan lama penyimpanan terhadap kualitas kentang olahan (Solanum tuberosum L.) kultivar atlantik. Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian. Vol 1(2).


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.